Mainkan LEGO® di Google Chrome

Mainkan LEGO® di Google Chrome
March 12, 2014 mirzailhami

Ada sebuah eksperimen menarik yang dilakukan oleh LEGO® dan Google Chrome untuk para penggunanya, namanya Build with Chrome. Eksperimen ini baru saja dirilis di Australia secara global. Aplikasi dapat digunakan pada perangkat multi-screen yang mendukung mouse dan touchscreen.

LEGO bricks di Google Chrome

LEGO® bricks di Google Chrome

Baca juga: Input Teks Menggunakan Suara

Sejarah Build with Chrome

Versi dari Build with Chrome pertama sekali dirilis pada tahun 2012 di Australia. Aplikasi tersebut terdiri dari dua bagian utama: mode “Build” dimana user dapat berkreasi dengan LEGO, dan mode “Explore” untuk melakukan browsing kreasi LEGO dari Google Maps.

Google dan LEGO menggunakan interaktif 3D untuk memberikan pengalaman terbaik dalam berkreasi dengan LEGO. Pada 2012, WebGL hanya tersedia pada browser desktop, jadi aplikasi ini hanya mendukung desktop saja disaat itu.

Tahun 2013, Build with Chrome menggunakan teknologi terbaru. Sekarang ini WebGL sudah didukung Android pada mobile phone.

Orientasi Layar

Orientasi browser di desktop, mobile dan tablet tentunya berbeda. Di desktop orientasi layar adalah landscape, portrait pada mobile dan tablet biasanya mendukung keduanya, portrait juga landscape.

Kebanyakan layout konten dapat dikonfigurasi dengan CSS, tapi beberapa orientasi juga dapat diimplementasi dengan Javascript. Caranya cukup membandingkan tinggi dan lebar layar.

if( window.innerWidth > window.innerHeight ){
  //landscape
} else {
  //portrait
}

 

Teknologi Multi-touch Gestures

Teknologi touchscreen terus dikembangkan sampai sekarang ini. Dimulai dari hanya mendukung satu sentuhan, hingga sekarang ini kita sudah dapat menggunakan banyak jari ketika menggunakan touchscreen.

Multi-touch Gesture juga diaplikasikan pada Build with Chrome ini, sehingga menambah pengalaman user dalam menggunakannya.

Ada tiga cara navigasi: mouse (dragging), sentuh (dragging, pinch untuk zoom dan rotasi) dan keyboard (navigasi tombol arah).

Berikut contoh dari penggunaan navigasi mouse, sentuh, dan keyboard:
http://codepen.io/hanseklund/full/catlf

 

Ringkasan

Eksperimen Build with Chrome yang mendukung perangkat touchscreen dengan ukuran layar berbeda, telah menambah pengalaman baru kepada user.

Banyaknya ukuran layar sekarang ini menjadi tantangan utama bagi mobile apps developer dalam mengembangkan desain yang baik, selain touch events dan isu performansi. Anda yang sedang mengembangkan mobile apps, eksperimen ini mungkin dapat menambah referensi dalam mengembangkan aplikasi mobile di semua ukuran layar.

Kedepan, sepertinya teknologi WebGL yang powerful akan terus dikembangkan pada perangkat mobile.

 
Nah, mari kita coba hasil eksperimen ini: build with chrome!