Konferensi International Perdana, di ITB Bandung

Konferensi International Perdana, di ITB Bandung
November 30, 2014 mirzailhami

Baru sempat posting lagi, eng.. ing.. eng..

Jangankan ikut konferensi, nulis laporan aja masih kesusahan. Jangankan ke ITB, ke Bandung aja terakhir 5 tahun yg lalu waktu masih kuliah sarjana, itupun karena nemenin orang tua dan saudara yg lg wisuda di Unpad.

Alhamdulillah, Allah kasih saya kesempatan untuk menjadi peserta di konferensi Internasional untuk pertama kalinya, yg nasional aja belum pernah, ini langsung Internasional, pegimana ceritanya.

Padahal, saya wisuda juga belum. Dan saya juga tidak tahu apa-apa, ternyata dosen pembimbing saya yg edit, perbaiki, revisi, akhirnya daftarin paper saya ke konferensi itu dan Alhamdulillah lolos review. Saya tidak tahu menahu, tiba-tiba aja dapat email dari beliau menyatakan paper kami lolos. Subhanallah.

Konferensi dimulai… 

Ketika mendengar sambutan dari ketua panitia, saya kembali kaget. Ternyata ada sekitar 300 paper yg masuk ke ICITSI 2014 dan yg diterima hanya sekitar 60-an judul, termasuk punya kami. Alhamdulillah.

Setelah ketuanya ngomong, berikutnya keynote speaker yang ambil bagian. Dimulai dari Mr. Scott dari MIT.

Acaranya digabung dengan pameran dari INDF, lupa apa ya singkatannya -_-

Mr. Scot speech on ICITSI 2014.

Mr. Scot speech on ICITSI 2014.

Konferensi ini akan diadakan setiap tahun dan ini adalah tahun pertama. Acaranya diadakan di Bandung dan Bali. Pesertanya lumayan rame, ada yg dari Thailand, Malaysia, Taiwan. Paling banyak dari Indonesia.

Beberapa keynote speaker-nya:

  1. Mr. Scot Osterweil - Massachusetts Institute of Technology (MIT), USA
  2. Prof. Ying-Dar Lin - National Chiao Tung University Hsinchu, Taiwan
  3. Prof. Yong Xiang - Deakin University, Australia

Sehari sebelum konferensi, di ITB ternyata ada pentas seni 4 tahunan yg hanya diadakan 1 hari aja di ITB. Nah, dapat lagi kesempatan untuk lihat hasil kerajinan seniman amatir hingga senior dari Bandung. Luar biasa rame. Luar biasa banyak kerajinan dari seniman Bandung.

Yang paling menarik perhatian saya di pentas seni itu adalah radio kayu buatan seniman Bandung. Desainnya cakep. Dan harganya juga keren, 2.3 juta per-itemnya.

Radio Cawang

Radio Cawang

Keesokan harinya, konferensi dimulai. Dan alhamdulillah saya jadi yg pertama, namun di-skip karena kebentur dengan waktu Dzuhur. Selesai Dzuhur saya maju.

Diruangan kami ada sekitar 10 orang. Ada yg dari ITB, Al-Aqsa Jakarta, ada juga dari Unsyiah Banda Aceh. Kami dari Medan, bawa nama Mikroskil. Nih salah satunya yang dari Unsyiah.

Pak Taufik Abidin sedang Mempresentasikan Papernya

Pak Taufik Abidin sedang Mempresentasikan Papernya

Akhirnya, semua peserta telah mempresentasikan paper-nya masing-masing. Dan sore pun menjelang. Kami semua balik penginapan.

Ketika mau balik penginapan…

Mumpung ada petugas yg lagi nganggur, “pak, tolong fotoin kami dong”. Kata saya. “sok atuh”, kata petugasnya.

Pose di Pintu Masuk ITB

Pose di Pintu Masuk ITB

Dan kami pun langsung balik penginapan, istirahat.

Begitulah cerita singkat kami ketika menghadiri konferensi internasional beberapa hari yang lalu.

Semoga bisa ikut lagi tahun depan.

Bagi temen-temen yang sedang kuliah, semoga dimudahkan kuliahnya. Yang lagi skripsi dan thesis semoga bisa cepat selesai urusannya semua.

Yang sedang menuntut ilmu itu doanya makbul, apalagi yang lagi di perantauan, yang kampusnya jauh.

Maka jangan siakan waktu saat menuntut ilmu, banyak doa. Rugi deh kalo gak berdoa.

Wallahualam.

  • Ahmad

    Wah ada pak Taufikkk.. 😀 btw beliau presentasi tentang apa ya?

    • Lupa jg tentang apa, searching di google aja sepertinya ada penelitian beliau.